MEMBIASAKAN DIRI BERPERILAKU HUSNUZAN
Setiap Muslim/Muslimah, hendaknya membiasakan diri
untuk berperilaku husnuzan baik terhadap Allah SWT, terhadap diri sendiri
maupun terhadap sesama manusia.
Seorang
Muslim/Muslimah yang berperilaku husnuzan terhadap Allah SWT, tentu akan
senantiasa bertakwa kepada-Nya, di mana pun dan kapan pun dia berada. Ia akan
selalu bersyukur pada Allah SWT bila berada dalam situasi yang menyenangkan dan
akan senantiasa bersabar bila berada dalam keadaan yang menyusahkan.
Seorang
Muslim/Muslimah yang berperilaku husnuzan terhadap dirinya sendiri tentu akan
membiasakan diri dengan bersikap dan berperilaku terpuji yang bermanfaat bagi
dirinya, seperti percaya diri, gigih, dan banyak berinisiatif yang positif.
Demikian
juga, setiap Muslim/Muslimah hendaknya membiasakan diri untuk berperilaku
husnuzan terhadap sesama manusia, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Berikut ini adalah tujuan dalam membiasakan diri berperilaku husnuzan:
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas amal soleh
3. Meningkatkan hubungan silaturahmi
4. meningkatkan kualitas ilmu
Insya allah,
jika setiap Muslim/Muslimah dan setiap anggota masyarakat, telah membiasakan
diri untuk berperilaku husnuzan dalam kehidupan sehari-hari, mereka kelak akan
memperoleh kebaikan-kebaikan yang banyak. Keutamaan dalam kita membiasakan diri
berperilaku husnuzan adalah:
1. Menentramkan kehidupan secara lahir dan batin
2.
Dicintai Allah
3.
Dapat menerima apa saja yang terjadi dalam
kehidupan
4.
Dicintai oleh sesama manusia
5. Menjauhi diri dari keluh kesah, iri, dengki,
dan fitnah
Jika kita sudah membiasakan diri
berperilaku husnuzan, kita akan mendapatkan hikmah yang dapat menjadi pelajaran
yang berguna bagi kita, hikmah tersebut adalah:
1. Menumbuhkan perasaan
cinta kepada Allah, artinya melaksanakan perintah Allah dan
Rasul serta
menjauhi segala larangannya, melaksanakan jihad fisabillilah dan mencintai
sesama manusia
karena Allah.
2. Menumbuhkan perasaan
syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.
3. Menumbuhkan sikap sabar
dan tawakal.
4. Menumbuhkan keinginan
untuk berusaha beroleh rahmat dan nikmat Allah
5. Al – afwu (pemaaf)
6. Al – wafa (menepati
janji)
7. Mendorong manusia mencapai
kemajuan.
8. Menimbulkan ketentraman.
9. Menghilangkan kesulitan dan
kepahitan.
10.Membuahkan kreasi yang produktif
dan daya cita yang berguna.
Komentar